About

YUSRIEL INFO

Pages

Jumat, 28 Oktober 2016

Musim Hujan Sebabkan Produksi Karet Petani Ogan Ilir tidak Optimal

Musim Hujan Sebabkan Produksi Karet Petani Ogan Ilir tidak Optimal 
INDERALAYA--Musim hujan yang melanda akhir-akhir ini membuat produksi karet rakyat menjadi terganggu khususnya di Kabupaten Ogan Ilir.
Seperti diungkapkan petani karet Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir. "Memang dilema yang kita hadapi adalah musim hujan. Kalau hujan lagi turun, malah kita sama sekali tidak menyadap karet," ujar Kitum, Jumat (28/10).
Dijelaskannya, musim hujan membuat petani enggan menyadap karet. Permasalahannya, datangnya musim hujan selain membuat tubuh dingin, juga membuat struktur tanah di kebun menjadi sangat berair dan becek.
"Apalagi tanah di tempat kita tidak hujan saja sudah lunak tanahnya. Apalagi ketika hujan, malah kalau memakai sepatu boat, kita tidak dapat turun kekebun," ungkapnya.
Hal lainnya katanya, ketika karet tercampur air, biasanya akan jatuh dan membuat hasil produksi karet juga tidak optimal.
"Kita sudah capek-capek menyadap, hasilnya malah ada yang terjatuh lantaran dipenuhi air. Belum lagi, banyaknya nyamuk didalam kebun membuat semakin enggan untuk mengerjakan penyadapan," paparnya saraya mengaku untuk menyadap karet waktu yang paling baik adalah subuh hingga pagi hari.
Selebihnya lanjutnya, jika hari telah siang, produksi karet akan semakin menurun. "Kalau sudah siang malah tidak bagus. Batang karet sudah kita lukai, tetapi getah yang keluar tidak sebanyak pada pagi hari," terangnya.
Ini katanya, akan berbeda dengan petani sayuran. Dimana hujan yang turun membuat sayur mayur semakin segar dan semakin cepat untuk dipanen.
"Apalagi, petani kangkung, dimana sayur yang mereka tanam sangat banyak memerlukan air," imbuhnya. Menyinggung harga karet saat ini, Kitum, mengatakan sedikit ada penurunan dari sebelumnya Rp 8.050 menjadi Rp 7.850 ribu untuk karet mingguan yang sudah ditender.
"Untuk harga karet lokal itu harganya berkisar antara Rp 4.500 sampai Rp 5000 perkilonya," tukasnya.

Nikmati Es Pisang Ijo Berbagai Varian Rasa di Fay Cafe and Resto

Nikmati Es Pisang Ijo Berbagai Varian Rasa di  Fay Cafe and Resto 
PALEMBANG --- Bagi penyuka Es Pisang Ijo yang biasa selama ini dikenal sebagai makanan khas Makassar, Sulawesi Selatan bisa menikmati berbagai varian rasa.
Cukup dengan merogoh kocek Rp 11 ribu, sudah bisa menikmati kelezatan Es Pisang Ijo Fay Cafe and Resto Jl Sumpah Pemuda Blok J No 6D dan E Kampus Palembang.
"Silahkan, ada 4 varian. Original, cokelat, vanila, strawberry, dan durian," kata Lisnawati, kasir didampingi Meta, Jumat (28/10/2016).
Dengan bahan utama pisang lilin direbus. Dibuat kulit ijo dari tepung dengan pewarna pasta pandan. Tepung dan pewarna diblender baru dimasuk. Bahan lainnya bubur sumsum, susu, parutan es.
"Rata-rata 15-20 porsi per hari. Pisang Ijo ini dimasak sendiri di cafe ini. Kalau Makassar aslinya pakai sirup merah sama fresh milk dan santan. Itu yang ori. Kalau kita sudah dibikin varian," kata Lisnawati.
Alasan disajikan menu Es Pisang Ijo ini kata Lusnawati, awalnya di Palembang belum ada. Seiring berdirinya Fay Cafe and Resto sejak 2010. Sudah ada pisang ijo.
"Es Pisang Ijo pertama kali kita di Palembang. Baru di tempat lain muncul," ujarnya.
Para pengunjung yang nongkrong di kafe resto ini diakuinya juga banyak yang memesan Es Pisang Ijo. Selain itu menerima pesanan juga.
"Kita juga menyediakan menu andalan. Mie kriuk Rp 13.500-Rp 21.500 dan ayam tulang lunak Rp 30 ribu sudah lengkap nasi tempe, sayur asem, lalapan," pungkasnya.

Sumur Minyak Ilegal di Sangadesa Muba Meledak, Satu Tewas di Lokasi

SEKAYU-- Kejadian sumur meledak kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepatnya di Dusun IV, Desa Kemang, Kecamatan Sanga Desa, Jumat (28/10), sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat meledaknya sumur ilegal milik Anton warga Dusun IV, salah satu pekerja yakni Robinus meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka bakar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian meledaknya sumur ilegal tersebut, pada saat pekerja tengah sibuk melakukan aktifitas pengeboran minyak dan melakukan pengurasan sumur minyak tersebut.
Pada saat proses pengurasan tersebut, minyak keluar dengan deras bercampur lumpur dari dalam sumur pengeboran.
Sementara seorang pekerja pemeras dan penyaring minyak menjalankan aktifitasnya mengeluarkan minyak menggunakan sepeda motor, tiba-tiba keluar percikan api dari busi motor kurasan.
Akibat percikan api tersebut spontan ledakan besar terjadi dan membakar sumur minyak, sementara dua pekerja yang berada di lokasi menjadi korban lalapan api.
Sedangkan pekerja lainnya, berhasil menyelamatkan diri, namun setelah api padam, satu orang meninggal dunia atas nama Robinus.
Sedangkan pekerja lainnya yakni Bambang, mengalami luka bakar sekitar 70 persen, dan langsung dilarikan ke RSUD Sekayu, akibat luka yang diterima serius sehingga korban dilarikan ke RSMH Palembang.
“Korban yang meninggal dunia yakni Robinus, ia telah dilakukan pemakaman di Desa Kemang," kata Yulianto, warga setempat.
Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha SIk, melalui Kapolsek Sanga Desa, Iptu Herman,membenarkan mengenai kejadian sumur minyak yang meledak milik Anton. Sementara api yang berkobar sudah berhasil dipadamkan.
"Saat ini kita tengah memintai keterangan saksi yang melihat kejadian terbakarnya sumur minyak illegal tersebut," ujarnya.
Lanjutnya, saat ini pihak kita belum menentukan tersangka akibat ledakan sumur minyak ini. Karena saat ini tim lagi melakukan olah TKP tempat terjadinya sumur meledak.
"Mengenai tersangka sendiri kita belum menetapkan, karena saat ini masih dilakukan olah TKP," jelasnya.

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2016/10/28/sumur-minyak-ilegal-di-sangadesa-muba-meledak-satu-tewas-di-lokasi

Pasukan Irak Rebut 40 Desa Dekat Mosul dari ISIS

MOSUL -  Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, pasukan Irak telah merebut kembali 40 desa dari kelompok Negara Islam (ISIS) di dekat Mosul, Irak utara.
Perebutan itu terjadi sejak operasi besar-besaran dimulai untuk mengusir militan dari kota itu minggu lalu.
Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS, Matthew C Isler, Jumat (28/10/2016), mengatakan, pasukan Irak menguasai wilayah di timur dan selatan Mosul awal pekan ini.
Isler juga menegaskan “momentum” masih di pihak mereka.
Pertarungan untuk merebut kembali Mosul, yang jatuh ke tangan ISIS dalam hitungan hari pada musim panas 2014, merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan sejak invasi AS tahun 2003.
Menurut Isler, koalisi pimpinan AS telah meningkatkan serangan udara terhadap ISIS.
Selain itu, koalisi melaksanakan serangan tiga kali lebih dari sebelumnya untuk mengusir militan itu dari kota-kota Irak lainnya.
 
Sumber :http://palembang.tribunnews.com/2016/10/29/pasukan-irak-rebut-40-desa-dekat-mosul-dari-isis

Dari Aksi Penculikan Saja, Abu Sayyap Dapat Uang Tebusan Rp 95 Miliar

Dari Aksi Penculikan Saja, Abu Sayyap Dapat Uang Tebusan Rp 95 Miliar 
MANILA - Kelompok Abu Sayyaf mengantongi uang tebusan 353 juta peso atau sekitar Rp 95 miliar dari aksi-aksi penculikan dalam semester pertama 2016.
Hal itu disebut dalam laporan keamanan Filipina, seperti dirilis kantor berita Associated Press (AP), pada Kamis (28/10/2016).
Laporan gabungan intelijen militer dan kepolisian Filipina menyebutkan, Abu Sayyaf selama enam bulan pertama tahun ini meraup uang tebusan 353 juta peso atau sekitar Rp 95 miliar.
Dalam laporan itu disebutkan, serbuan aparat keamanan belakangan ini sempat melemahkan kekuatan Abu Sayyaf.
Namun, kelompok itu tetap menjadi ancaman dan mampu melancarkan aksi-aksi penculikan dan serangan teror.
Abu Sayyaf kini mengalihkan sasaran penculikan dan fokus pada kapal-kapal tunda yang berlayar melalui wilayah perairan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Laporan tersebut tidak dipublikasi, namun kantor berita AP menyatakan, laporan itu diperlihatkan kepada seorang wartawannya.
Selama enam bulan pertama 2016, Abu Sayyaf melaksanakan 32 aksi pengeboman, meningkat 68 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Para militan diperkirakan memiliki lebih dari 400 pucuk senjata api dan berhasil melakukan sejumlah pelatihan teroris meski sedang menghadapi serangan militer terus menerus.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang mulai menjabat sejak 30 Juni 2016, memerintahkan militer menyerang kubu-kubu persembunyian Abu Sayyaf, setelah aksi penculikan di laut marak lagi.
Duterte sekaligus menolak perundingan perdamaian yang disebutnya "kelompok teror biadab".
Pemerintah Filipina melakukan pembicaraan dengan dua kelompok pemberontak Muslim yang lebih besar.
"Kelompok Abu Sayyaf sekarang bergeser menargetkan kapal tunda berbendera asing dan kru mereka, karena operasi militer Filipina terfokus terhadap kelompok itu," kata laporan itu.
Selanjutnya disebutkan, Abu Sayyaf diperkirakan akan mengintensifkan aksi-aksi penculikan di jalur perairan sibuk di sekitar Filipina, Malaysia, dan Indonesia.
Aksi penculikan kapal tunda dan banyak awak kapal dari Malaysia dan Indonesia sampai pertengahan tahun ini membuat ketiga negara di kawasan itu memulai perundingan tentang keamanan dan pengawasan jalur lautnya di kawasan perbatasan.
Aksi-aksi penculikan itu memungkinkan Abu Sayyaf mendapat cukup dana untuk membeli senjata api serta amunisi, kata laporan itu.
Diperkirakan, sebagian besar dana yang mencapai 353 juta peso adalah uang tebusan yang diterima Abu Sayyaf dari Januari sampai Juni tahun ini dari pertukaran atau pembebasan 14 sandera Indonesia dan 4 awak kapal Malaysia.
Mereka diculik Abu Sayyaf dan ditahan di daerah hutan di provinsi Sulu, demikian disebutkan dalam laporan itu .
Untuk pembebasan seorang wanita Filipina yang diculik tahun lalu dengan dua orang Kanada dan Norwegia dari sebuah resor wisata mewah, para militan disebutkan mengantongi uang tebusan sampai 20 juta peso, atau senilai 413.000 dolar AS.
Para militan memenggal kepala dua warga Kanada setelah tenggat waktu untuk membayar tebusan habis.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak pemerintahan untuk tidak membayar uang tebusan, karena hal itu malah bisa memicu lebih banyak aksi serupa.
Sandera Norwegia, Kjartan Sekkingstad, dibebaskan bulan lalu setelah setahun ditahan di hutan dan diancam akan dipenggal.
Presiden Duterte pernah menyatakan kepada pers, dia menduga untuk pembebasan Sekkingstad dibayar uang tebusan sampai 1 juta dolar AS.
 
 
Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2016/10/29/dari-aksi-penculikan-saja-abu-sayyap-dapat-uang-tebusan-rp-95-miliar

Kamis, 27 Oktober 2016

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemuda OKU Gelar Bhakti Sosial

BATURAJA - Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 tahun 2016 pemuda OKU yang tergabung dalam wadah KNPI OKU mengadakan beberapa kegiatan social. Kabid Pemuda Disporabudpdar, Iwan Setyawan SAg SSos MSi, menjelaskan, dalam rangakaian Peringatan Haris Sumpah Pemuda juga dilakukan bhakti sosial berupa pemberian sembako kepada penyapu jalan dan anjangsana ke beberapa panti ashan, antara lain Panti Asuhan An-Nur, Assyifa, As Syania, Mustika dengan memberikan paket sembako .
Selain itu diberikan penghargaan kepada tiga Pemuda Pelopor Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, masing-masing atas nama Mendriyadi atas prestasinya menjadi juara 1 dalam membuat berbagai macam miniature yang bernilai artistic dari limbah kaca.
Kemudian Gusty Agung Kusuma, juara 2 dalam pembuatan Aqua Scape dan Rio Arif Alan, juara 3 membuat berbagai miniature dari limbah korek api gas.
Pemerintah Kabupaten OKU memberikan apresiasi kepada tiga pemuda pelopor yang sudah mengharumkan nama Kabupaten OKU atas prestinya.
Ke depan diharapkan akan muncul pemuda-pemuda pelopor lebih banyak lagi.
Dijelaskan Iwan Setyawan, pemuda diharapkan dapat mengambil hikmah dari peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan menjalin persataun dan kesatuan bangsa.





Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2016/10/28/peringati-hari-sumpah-pemuda-pemuda-oku-gelar-bhakti-sosial

Wakil Bupati OKU: Saatnya Pemuda Berjuang dan Peduli Lingkungan Menuju Aksi Satu untuk Bumi

BATURAJA - Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM mengatakan pemuda sebagai tulang punggung masa depan harus mampu mewujudkan sumpah pemuda bangsa yang kita cintai ini. “Gugah semangat kepeloporan pemuda, saatnya pemuda berjuang dan peduli lingkungan menuju aksi satu untuk bumi,” ujar Johan.
Johan menambahkan saat ini kita sedang menghadapi iklim yang tidak menentu pemuda harus ikut menjaga dan melestarikan bumi.
Pada kesempatan itu Johan juga membacakan kata sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi.
Menpora menyampaikan, di hari ini 28 Oktober 2016 Bangsa Indonesia khususnya pemuda harus mampu mewujudkan apa yang diperjuangkan pemuda-pemuda Indonesia 88 tahun silam.
Sesuai dengan sumpah pemuda, menghadapi sebuah kebebasan itu adalah unsur kenyataan yang perlu diwaspadai.
"Karena itu untuk menjaga jiwa patriotisme, nasionalisme juga memertahankan identitas kita, bangsa kita, tanah air kita, tumpah darah kita karena itu adalah milik kita," ujar Imam.
Sebuah refleksi sumpah pemuda, hal ini mesti kita terapkan untuk menghadapi globalisasi, agar kita tidak kehilangan jati diri kita, belum lagi melihat kelemahan bangsa kita tatkala mereka berhadapan dengan orang asing, yang dilihat dari segala sudut pandang kita kalah.
Akan tetapi dengan adanya sebuah refleksi di hari sumpah pemuda ini marilah kita bersama wujudkan sebuah identitas diri dan berani serta memiliki mental yang benar-benar siap menghadapi siapa pun, tidak takut, lawan, berontak mereka kepada orang-orang yang akan merusak citera bangsa kita.
Ini adalah sumpah yang tidak hanya diucapkan akan tetapi perlu kita implementasikan kepada jiwa kita, dijadikan sebuah sugesti dalam jiwa yang paling dalam.

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2016/10/28/wakil-bupati-oku-saatnya-pemuda-berjuang-dan-peduli-lingkungan-menuju-aksi-satu-untuk-bumi