About

YUSRIEL INFO

Pages

Senin, 16 Januari 2017

Ditemukan, Jenis Baru Kanker Serviks

Selama ini, hampir semua kanker serviks bermula dari infeksi panjang human papillomavirus (HPV). Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Oncotarget menemukan bahwa ada beberapa tumor yang mengandung DNA HPV, namun HPVnya tidak aktif.
Dengan kata lain, kanker atau tumor dipicu oleh HPV, tetapi HPV bukan penyebab langsung perkembangan kanker ini.
Dalam kasus di atas, cara gen tumor menunjukkan diri berbeda dari kasus di mana HPV menjadi aktif.
Perbedaan ini, akhirnya menyebabkan perbedaan jalur terapi, karena subtipe kanker serviks yang baru ditemukan ini tidak memiliki kerentanan yang sama seperti kanker serviks lainnya.
Menurut penelitian, kanker serviks dengan HPV-aktif menyumbang sekitar delapan persen dari kasus tumor dengan DNA virus dan lebih banyak terjadi pada wanita usia senior.
National Cancer Institute mengatakan, kanker serviks dapat memengaruhi jalur sistem reproduksi wanita. Tanda-tanda kanker serviks antara lain adalah perdarahan abnormal, kembung dan tekanan atau nyeri di daerah panggul atau punggung bawah.
Menurut U.S. Department of Health & Human Services, kanker serviks lebih mungkin untuk disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.
Para peneliti berharap temuan mereka dapat memberikan arah pengobatan yang lebih baik dan lebih personal.
"Saat ini, pasien kanker serviks diperlakukan sebagai kelompok yang seragam dengan kemoterapi dan radiasi standar. Namun sebenarnya, sepertiga dari pasien tidak terbantu oleh terapi standar, "kata peneliti Carolyn Banister.
"Wanita-wanita ini mungkin mendapat manfaat lebih dari pengobatan alternatif yang tidak biasanya diberikan kepada pasien kanker serviks."
Banister juga mengatakan, bahwa dokter harus menguji pasien kanker serviks untuk melihat apakah HPV di dalam tubuh pasien, aktif atau tidak.
Sumber : Medical Daily.com

Puluhan Pendemo Tuntut Kejati Sumsel Usut Dua Pejabat di Sumsel yang Diduga Terlibat Kasus Bansos

PALEMBANG - Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Peduli Palembang (AP3) melakukan aksi demo di Kejaksaan Tinggi ‎(Kejati) Sumsel di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang, Selasa (17/1/2017).
Mereka menuntut pihak Kejati Sumsel segera memproses dua pejabat di Sumsel yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bansos oleh Kejagung RI.
Dengan membawa berbagai spanduk, massa berorasi agar pihak ‎terkait jangan hanya terkesan berdiam diri dan mendiamkan kasus tersebut yang hingga saat ini tak lagi terdengar gaungnya.

Koordinator Aksi (Korak), Ruben Alkatiri, menerangkan, jika kasus ini terus didiamkan pihaknya takut akan ada indikasi penghilangan barang bukti demi penegakkan keadilan hukum.
"Kami ingin Kejati segera mengusut kasus ini jangan hanya didiamkan. Bisa saja mereka langsung menghilangkan barang bukti," jelas Ruben.
Menurutnya, kedua orang tersangka tersebut saat ini masih duduk santai menjabat tanpa ada rasa bersalah.
"Banyak pejabat yang korupsi berjamaah tapi selalu didiamkan. Jangan sampai ini terjadi. Mohon segera diusut pak," tegas Ruben‎.

Kasi Penkum Kejati Sumse‎l, Hotma Hutadjulu menerangkan pihaknya hanya sebagai fasilitator dari kejagung RI.
"Sekarang prosesnya terus berjalan barang bukti juga sudah banyak. Intinya masih berjalan proses. Tetapi kita hanya sebagai fasilitator saja," jelasnya.
Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2017/01/17/puluhan-pendemo-tuntut-kejati-sumsel-usut-dua-pejabat-di-sumsel-yang-diduga-terlibat-kasus-bansos

Perbedaan Dasar antara Membesarkan Anak Laki-laki dan Perempuan

Perbedaan biologis, emosional, dan juga kepribadian, antara anak laki-laki dan perempuan tentu memengaruhi perbedaan pola asuhnya. Namun, benarkah membesarkan anak laki-laki lebih sulit?
Allan N Schore dalam penelitiannya mengenai perkembangan saraf dan endokrin anak laki-laki, mengungkapkan beberapa perbedaan dasar antara anak laki-laki dan perempuan yang perlu diketahui orangtua:
- Secara sosial, fisik, dan linguistik, anak laki-laki lebih lambat matang.
- Sirkuit otak yang mengatur stres pada anak laki-laki juga lebih lambat berkembang sejak di kandungan dan setelah lahir.
- Anak laki-laki lebih rentan pada gangguan neuropsikiatrik yang muncul di kandungan, sehingga mereka juga rentan terhadap gangguan tumbuh kembang seperti autisme atau ADHD.
- Anak laki-laki lebih gampang terpengaruh secara negatif oleh stres lingkungan, baik sejak di kandungan atau setelah dilahirkan. Termasuk di dalamnya adalah zat-zat toksin dari lingkungan. Anak perempuan memiliki mekanisme alami yang membuatnya lebih tahan stres.
- Di usia 6 bulan, bayi laki-laki sudah menunjukkan tanda frustasi ketimbang bayi perempuan. Di usia setahun, bayi laki-laki menunjukkan reaksi lebih besar terhadap stimulasi negatif.
- Bayi laki-laki lebih membutuhkan dukungan ibunya. Perpisahan dengan ibu tentu berpengaruh pada bayi, apa pun gendernya, namun pengaruhnya lebih buruk pada bayi laki-laki.
- Orangtua dan pengasuh sebaiknya mengurangi tekanan pada anak laki-laki, misalnya tak perlu melarang anak menangis hanya karena ia laki-laki. Anak laki-laki juga membutuhkan ungkapan kasih sayang dari orangtuanya. Kelembutan dan sikap responsif terhadap kebutuhan emosi anak justru membuat anak laki-laki mampu bersikap lebih kuat.

Menyusuri Jalur Impian di Malang Selatan

MUNGKIN benar adanya bahwa Malang adalah kepingan surga yang terserak di ujung selatan Jawa Timur. Hampir setiap sudutnya menawarkan eksotisme dengan caranya tersendiri, termasuk keelokan jalur lintas selatan Kabupaten Malang.Siapa sangka jalur yang setahun lalu masih rusak di beberapa titik, pada awal Januari ini seakan berubah menjadi ”jalan impian” bagi warga Kabupaten Malang. Jalan di jalur ini tampak mulus dan sepi sehingga orang bisa memacu kendaraan dengan nyaman sekaligus menikmati panorama alam luar biasa.
Di sisi selatan, pengguna jalan akan melewati deretan pantai berpasir putih dan laut berwarna biru. Di sisi utara, jika tidak disuguhi hijaunya kebun (pisang, singkong, dan kelapa), orang akan menikmati gugusan tebing kapur berwarna putih kekuningan.
Perpaduan warna putih, biru, hijau, dan kuning di sepanjang perjalanan terasa sangat menyejukkan. Di tengah, panasnya mentari menyengat kulit.
Jalur lintas selatan Malang membentang mulai dari Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, hingga Desa Balekambang, Kecamatan Bantur.
Jalur sepanjang 25 kilometer (km) itu seakan merangkai deretan pantai berair biru, mulai dari Pantai Sendang Biru, Tiga Warna, Gua China, Ungapan, Bajulmati, Batu Bengkung, Jalangkung, Ngudel, Nganteb, hingga Pantai Balekambang. Jalur ini melewati tiga kecamatan, yaitu Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Bantur.
Di kawasan Bajul Mati, pengguna jalan bisa menikmati kuliner khas pantai selatan, yaitu menikmati ikan bakar di beberapa warung pinggir jalan. Di beberapa titik, banyak orang menjajakan pisang yang merupakan salah satu hasil bumi warga setempat.
Keelokan pantai
Tak lengkap rasanya melintasi jalur lintas selatan Malang tanpa menikmati keelokan pantainya. Berhenti di satu atau dua pantai adalah pilihan terbaik menikmati eksotisme jalan impian tersebut.
Seperti di Pantai Jalangkung, tampak deretan gubuk kayu yang ditata rapi di sepanjang tepi pantai. Seperti layaknya wisata pantai, di Pantai Jalangkung disuguhi debur ombak laut selatan yang berkejaran di tengah birunya air.
Duduk di gubuk kayu menjadikan wisatawan bisa menikmati laut lepas tanpa tersengat panas matahari. Ditambah meneguk es kelapa muda yang dijual warga di warung makan membuat pengunjung ingin berlama-lama.
Dari situ, bisa berpindah lagi ke Pantai Ungapan. Pantai ini tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga tersedia tempat bagi pengunjung untuk berkemah. Pantai ini sekaligus merupakan bumi perkemahan. Lokasinya berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.
Pantai Ungapan terasa lebih sejuk karena deretan pohon kelapa dan pepohonan lain cukup rimbun. Di pantai ini terdapat lebih banyak warung yang menjajakan makanan ringan, nasi, ikan bakar, dan lainnya.
Bahkan, ada juga tuna bakar, makanan khas pantai Malang selatan. Yang menarik, menu ini tidak hanya dinikmati dengan cara biasa (makan di warung), tetapi juga bisa menyewa tikar dan membawa makanan ke tepi pantai.
Menyantap ikan tuna bakar, lalapan dengan sambal kecap, dan es kelapa muda sambil menatap laut lepas dan merasakan kaki terbenam pasir pantai adalah satu sensasi tersendiri. Sengat sang sury, seakan terusir oleh semilir angin dan segarnya es kelapa muda.
”Pantai ini mulai ramai sejak jalur lintas selatan (JLS) jadi. Di akhir pekan, dahulu paling-paling dalam sehari hanya 200-an pengunjung. Sejak ada JLS, dalam sehari bisa datang 700 pengunjung. Terasa sekali perbedaannya,” kata Paeri, tokoh masyarakat Desa Gajahrejo yang berjualan sejak tahun 2009.
Pengunjung Panti Ungapan, menurut Paeri, tidak hanya warga lokal Malang, tetapi juga wisatawan luar kota dan luar negeri.
Selain potensi wisata terangkat, hasil bumi warga seperti pisang dan kelapa, kata Paeril, akhirnya laku terjual.
”Dahulu kami harus pergi ke pasar desa lain untuk memasarkan hasil bumi. Kini, dengan banyaknya wisatawan datang, kami bisa memasarkannya di tempat wisata atau di sepanjang jalur selatan ini,” katanya.
Keberadaan JLS memang menjadi impian bagi warga Kabupaten Malang. Bupati Malang Rendra Kresna mengibaratkan, jika JLS bisa tersambung dari Banyuwangi hingga Pacitan, seakan ”membangunkan raksasa tidur”.
Banyak potensi wisata, pertanian, dan perikanan di pesisir selatan Jatim akan terangkat. JLS Jatim direcanakan membentang sepanjang 618,8 km mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan.
”Untuk potensi wisata, saat ini, kami sudah menerima wisatawan 3,5 juta orang dalam setahun. Tahun ini kami menargetkan bisa 4-5 juta orang. Dengan semakin baiknya jalur menuju pantai selatan ini, saya yakin semakin banyak wisatawan mengunjungi pantai-pantai di Malang selatan,” kata Rendra.
Impian warga Kabupaten Malang ini memang beralasan. Selama ini, keelokan pantai Malang selatan yang tak kalah dengan Bali atau daerah lain seakan tak terjangkau oleh dunia luar. Namun, dengan terbangunnya JLS, secara perlahan banyak orang bisa menikmati keindahannya.
Sayangnya, seperti sebuah mimpi, tak selamanya keindahan jalur lintas selatan bisa dinikmati. Saat malam datang, keindahan jalur selatan Malang seakan turut melayang.
Jalan dengan lebar dua lajur itu akan menjadi gelap gulita dan hanya mengandalkan penerangan pada bintang, rembulan, dan lampu kendaraan yang melintas. Rasanya perlu dipikirkan penerangan jalan umum di jalur ini.
Bukan itu saja. Jalur lintas selatan bolehlah dibilang sudah bagus. Namun, jalan pendukung JLS masih jauh dari harapan. Sepanjang jalan di Kecamatan Sumbermanjing Wetan bisa dibilang kondisinya masih rusak. (DAHLIA IRAWATI)
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Januari 2017, di halaman 23 dengan judul "Menyusuri Jalur Impian di Selatan Malang".
Sumber : palembang.tribunnews.com/2017/01/17/menyusuri-jalur-impian-di-malang-selatan

Kholid: OKU Timur akan Dibangun Mulai dari Perbatasan

MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur akan melakukan pembangunan daerah dengan memulai dari perbatasan dan bergeser menuju pusat kota.
Hal itu diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya pada sidang paripurna perdana tahun 2017 dalam rangka nemperingati HUT OKU Timur ke-13, Selasa (17/1/2017).
"Pembangunan kita tahun depan akan dimulai dari perbatasan. Karena jika dimulai dari pusat kota, maka perbatasan biasanya akan tertinggal dan masyarakat yang ada di sana akan membanding-bandingkan pembangunan yang ada. Untuk itu, fokus pembangunan kita akan dilaksanakan dari perbatasan menuju perkotaan," kata Kholid.
Sidang paripurna istimewa dalam rangka peringatan HUT OKU Timur ke-13 tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin SH, mantan Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman, dan sejumlah bupati terlihat hadir juga dalam paripurna peringatan HUT Tersebut.
Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2017/01/17/kholid-oku-timur-akan-dibangun-mulai-dari-perbatasan

Selasa, 03 Januari 2017

2017 Polres Prabumulih Tidak Segan Tembak Ditempat Pelaku Kejahatan


PRABUMULIH - Pernyataan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Maryoto agar pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditembak di tempat, mendapat respon positif jajaran Polres Prabumulih.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak tegas para pelaku kejahatan 3C (curat, curas dan curanmor) yang meresahkan.
"Jelas kami akan lakukan tindakan tegas terhadap para pelaku 3C yang meresahkan. Tentunya tindakan tegas itu terukur, sesuai standar operasional (SOP)," tegasnya kepada Tribunsumsel.com, Selasa (3/1/2017).
Menurut Kabag Ops, dengan tindakan tegas berupa tembak di tempat jelas memberi efek jera terhadap para pelaku 3C, terbukti di wilayah hukum Prabumulih kejahatan tersebut mengalami penurunan.
"Memang tindakan tegas efektif membuat jera, kami terus berharap kejahatan kedepan akan menurun," bebernya.
Andi menuturkan, pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mengantisiasi tindak kejahatan di Prabumulih, termasuk korban kejahatan agar segera melapor jika tertimpa masalah sehingga segera diungkap.
"Peran serta masyarakat sangat kami perlukan sehingga kota Prabumulih aman dari kejahatan, lambannya korban kejahatan melapor ke kami juga menjadi kelemahan dalam mengungkap kasus. Untuk itu masyarakat yang kena masalah kami minta segera melapor," tuturnya.
Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2017/01/04/2017-polres-prabumulih-tidak-segan-tembak-ditempat-pelaku-kejahatan

Penjelasan Kapolri soal Kenaikan Tarif Kepengurusan Surat Kendaraan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Polri sama sekali tidak ikut campur soal perumusan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atau Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam PP itu, terjadi kenaikan tarif untuk pengurusan surat-surat kendaraan, baik dalam pembuatan maupun perpanjangan.
"Kenaikan ini bukan karena dari Polri, tolong dipahami," ujar Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/1/2017).
Menurut Tito, peraturan tersebut murni atas keputusan pemerintah yang merasa perlu meningkatkan tarif untuk memaksimalkan pelayanan.
Tito mengatakan, mulanya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menganggap harga material untuk SIM dan STNK sudah naik sehingga perlu adanya peningkatan anggaran. Pembaruan harga pun sudah lama dilakukan, yakni lima tahun lalu.
"Penghasilan negara bukan pajak ini akan digunakan untuk membayar harga kenaikan bahan," kata Tito.
Selain itu, Badan Anggaran DPR pun menemukan bahwa tarif di Indonesia termasuk tarif terendah yang diterapkan di dunia.
Dengan demikian, perlu adanya peningkatan anggaran karena daya beli masyarakat pun kian meningkat.
Pengurusan surat kendaraan seperti SIM, STNK, dan BPKB sudah bisa dilakukan secara online. Selain menekan adanya pungutan liar, sistem online ini juga menghemat biaya para pendatang yang sebelumnya harus pulang kampung untuk memperpanjang surat kendaraan.
"Kita mengharapkan dengan sistem ini, kita langsung bayar di bank, itu selesai," kata Tito.
Peraturan baru ini diterapkan sejak 6 Januari 2017. Penerapannya sementara ini dilakukan di Jakarta dulu. Kemudian, secara bertahap, itu akan diterapkan di daerah lain.
Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2017/01/04/penjelasan-kapolri-soal-kenaikan-tarif-kepengurusan-surat-kendaraan